Jenis Dan Efek Samping Vaksin Polio yang Wajib Anda Ketahui


Polio adalah penyakit menular yang cukup berbahaya dan disebabkan virus polio, virus ini umumnya menyerang sistem saraf pusat seseorang. Sehingga bisa menyebabkan kerusakan di sistem saraf motorik. Polio yang menyerang bisa mengakibatkan Anda mengalami kelumpuhan pada otot untuk jangka waktu sementara atau permanen. Salah satu pencegahannya yaitu dengan melakukan vaksin polio pada saat anak masih kecil. 

Apa Itu Vaksin Polio

Manfaat imunisasi polio yaitu untuk pencegahan polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Vaksin ini adalah salah satu dari rangkaian imunisasi pada anak sebelum bayi berusia 6 bulan. Yaitu vaksin Hepatitis B, DPT dan HiB. 

Virus polio bisa menyerang otak dan juga sumsum tulang belakang. 

Akibat dari penyakit polio, biasanya seseorang tidak bisa menggerakkan bagian tubuh tertentu. Nah umumnya terjadi pada salah satu atau bahkan kedua kaki. Melakukan vaksinasi di daerah masing-masing tentu lebih mudah. misalnya bagi warga Semarang sebaiknya melakukan vaksin dewasa saja. 

Jenis Vaksin Polio

Anda harus mengetahui bahwa vaksin polio dibagi dalam beberapa jenis. Simak selengkapnya berikut ini.

Vaksin Polio Oral (OPV)

Cara kerja  Vaksin polio oral ini yaitu dengan penetesan di mulut atau secara oral. Cara ini dilakukan untuk virus polio yang masih aktif namun sudah dilemahkan. Sehingga vaksin tersebut bisa berkembang biak di usus dan merangsang usus serta darah membentuk zat antibodi. Zat antibodi ini untuk kekebalan terhadap virus polio liar. 

Virus polio liar merupakan virus yang masuk ke dalam usus bayi dan bisa dimatikan oleh antibodi yang dibentuk oleh usus dan darah tadi. Jadi fungsi pemberian vaksin secara oral ini mencegah virus polio yang liar bisa berkembang biak di dalam tubuh bayi. Sehingga penularan juga tidak terjadi kepada bayi-bayi lain. 

Vaksin Polio Suntik (IPV)

Jenis vaksin ini berisi virus polio yang sudah tidak aktif. Cara kerja vaksinasi ini yaitu dengan memasukkan virus polio yang sudah mati agar tidak berkembang biak di usus dan tidak membuat kekebalan usus. Namun kekebalan masih bisa terjadi di dalam darah. 

Vaksin ini membuat virus polio liar masih bisa berkembang di usus tapi tidak membuat anak merasa sakit karena tetap ada kekebalan di dalam darah. 

Kelompok Yang Disarankan Mendapat Vaksin Polio

Vaksin polio diberikan pada anak dan juga orang dewasa. Pada anak umumnya imunisasi diberikan 4 kali dengan jeda waktu setiap bulan. Untuk lebih lengkapnya simak berikut ini.

  • Untuk Bayi Dan Anak-Anak
  • Usia 0-1 bulan
  • Usia 2 bulan
  • Usia 3 bulan
  • Usia 4 bulan
  • Remaja usia 18 tahun ( pengulangan)

Setelah memberikan vaksin jenis oral maka bayi disarankan untuk mengkonsumsi susu ASI atau formula. Karena kolostrum yang ada dalam ASI punya antibodi yang tinggi sehingga mampu mengikat vaksin agar bisa bekerja lebih optimal. 

Untuk Orang Dewasa

Pada orang dewasa dengan kondisi tertentu, vaksin polio juga wajib diberikan. Setidaknya ada tiga kelompok orang dewasa yang punya resiko tinggi untuk terkena polio, sehingga membutuhkan vaksin. 

  • Orang yang bepergian ke negara dengan angka polio tinggi.
  • Petugas kesehatan yang merawat pasien penderita penyakit polio.
  • Orang yang bekerja di laboratorium dan menangani kasus virus polio.

Efek Samping Vaksin Polio

Pemberian vaksin ini betul juga memiliki efek samping sama dengan kinerja obat pada umumnya. Namun efek samping dari dilakukannya vaksinasi cenderung lebih ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Beberapa efek yang umumnya sering timbul yaitu : 

  • Nyeri di bagian bekas suntikan
  • Demam ringan
  • Di area bekas suntikan terjadi pengerasan kulit.

Tentu vaksin polio sangat penting dilakukan sejak usia bayi, karena dampak penyakit ini sangat berbahaya jika menyerang. Bagi Anda yang ingin melakukan vaksinasi secara mudah bisa dilakukan lewat Halodoc. Karena Halodoc adalah aplikasi kesehatan masyarakat yang berpengalaman dan handal.

Tidak ada komentar untuk "Jenis Dan Efek Samping Vaksin Polio yang Wajib Anda Ketahui"